Filosofi Hidup

 

Filosofi Hidup


 

Hidup itu harus seperti menaiki sepedah, terus bergerak dan menjaga keseimbangan, begitulah nasihat singkat eyang habibi. Sudah tidak asing lagi jalan menurun lebih di sukai di banding jalanan yang menanjak, begitulah siklus perjalanan orang bersepedah. Jikalau lelah sedikit maka menggandeng sepedah adalah pilihan cara yang cukup efektif.

Menjaga kewarasan adalah hal yang cukup penting. Karena setiap orang akan bertanggungjawab atas hidupnya sendiri. Karena yang berhak menentukan hidup seseorang adalah orang itu sendiri. Orang lain hanya akan menjadi penonton setia, terlebih pengaruh orang terdekat hanya mampu membimbing dan mengarahkan.

Hidup dengan tekanan, di ikat oleh aturan, menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari uang, sehingga sering merasa nilai nilai kebermanfaatan yang mulai menghilang, kita sering mati-matian untuk mencari nilai-nilai keduniawian, sedangkan defini hidup penuh dengan kefanaan yang sering terlupakan.

Hidup ini memang penuh dengan ketidakpastian, namun nilai nilai baik kemanusiaan harus selalu di tanamkan karena akan selalu kembali untuk mencari pemiliknya. Berhenti sesaat jika sudah mulai lelah mencari definisi hidup. Jika realita tidak sesuai dengan kenyataan maka mengikhlaskan adalah satu satunya jalan.

Menyiapkan hati seluas lautan, karena hakikatnya hidup hanyalah sebuat perjalanan untuk terus belajar mengarungi lautan kehidupan, pelayar yang tangguh tidak lahir dari ombak yang tenang, badai di lautan tidak seberapa jika di banding badai yang ada di kehidupan, akan lebih besar, kuat, dan menyakitkan.

Bersiap siaplah, jangan sampai tenggelam dan tergulung ombak, di tentukan oleh hidup atau menentukan hidup harus apa dan bagaimana, semoga kita di pertemukan dengan orang-orang  yang siap membersamai bejuang dan mengarungi lautan kehidupan ini.

 

Salam Hangat,

Al Birru Manittaqo

Bandung

30-10-2021

0 Comments:

Posting Komentar