Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan Aksi Riksa Bersama #PerempuanMuhammadiyahBergerak untuk kedua kalinya pada Senin, 20 April 2020. Kegiatan tersebut merupakan program berbagi dari PDM, PDA, Lazismu, MDMC, dan AMM Kab. Bandung yang dikomandoi PDNA Kab. Bandung dan PCNA Kertasari.
“Sebetulnya kegiatan ini sudah berjalan dari beberapa minggu lalu. Kami marathon selama hampir 3 minggu melakukan kegiatan keliling ke cabang-cabang, bekerjasama dengan Lazismu, PDM, PDA, MDMC, dan AMM Kab Bandung,” tutur Ketua PDNA Kab. Bandung, Ficky Zakiatul Fikriyah.
Kegiatan yang sudah terlaksana antara lain penyemprotan di AUM-AUM se-Kab. Bandung, pembagian sembako untuk korban banjir Baleendah dan Majalaya, sumbangan material untuk perbaikan tanggul jebol di Majalaya, pembagian sembako untuk korban terdampak ekonomi Covid-19 di Margahayu, dan sumbangan APD untuk RS Muhammadiyah Bandung.
Pada kegiatan terakhir, komando diambil alih oleh PDNA, yaitu melakukan pembagian 50 paket sembako kepada para pedagang keliling dan tukang becak, pembagian masker, dan penyuluhan terkait Covid-19 di Cabang Rancaekek; pembagian masker dan penyusulan terkait Covid-19 di Majalaya, dan terakhir sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan yaitu pembagian sembako, masker dan penyuluhan di Kertasari.
“Alhamdulillah, Aksi Riksa Bersama dengan tagline #gocengpertama berhasil menyedot perhatian masyarakat luas. Donasi banyak yang masuk dari luar jamaah Muhammadiyah. Rata-rata mereka tertarik dengan aksi goceng ini. Donasi dengan nilai yang sangat terjangkau. Selanjutnya kami memajang foto donatur yang diedit sebagai tanda sudah berpartisipasi guna semakin meluaskan syiar. Dari status WA satu donatur, terus menyebar ke WA-WA lainnya,” papar Ficky.
Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiah (PWNA) Jawa Barat menggelar pelatihan menulis untuk aktivis perempuan se-Jawa Barat pada Sabtu-Ahad 2-3 Juni 2018 M di Gedung Mujahidin PWM Jabar, Jl. Sancang Bandung. Pada kegiatan itu, PWNA Jabar bekerjasama dengan Majelis Pustaka dan Informasi PWM Jabar. Tema pada pelatihan menulis itu yakni “Berkarya Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan”.Dewi Mulyani, Ketua PWNA Jabar dalam sambutannya mengatakan tentang pentingnya perempuan menulis di media. “Kita semua menyadari, bahwa saat ini hidup kita tidak terlepas dari media. Media sangat mempengaruhi hidup kita. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai petempuan dapat menempatkan diri pada situasi ini, sehingga kita tetap bisa memanfaatkan keberadaan media untuk hal-hal yang positif. Salah satunya adalah berkarya melalui tulisan,” paparnya.
Materi-materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut antara lain perempuan dan media, mengenal dan membuat tulisan di media massa, penuangan ide, perempuan menjadi intelektual publik, creative writing, fiqh informasi.
“Sebagai komitmen awal menumbuhkan gairah aktivis perempuan Jawa Barat dalam menulis, tulisan para perempuan hasil dari pelatihan tersebut akan dikumpulkan untuk kemudian dibukukan. Semoga ini menjadi awal yang baik munculnya penulis perempuan di media,” harapnya. (Hidayah Nu)

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Musyawarah Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (Musywil NA) ke XIII telah berlangsung dengan khidmat di Hotel Poster, Bandung, selama dua hari,pada 25-26 Februari 2017. Dalam Musywil ini pun akhirnya menghasilkan Sembilan formatur terpilih yang dianggap memenuhi kualitas sebagai pimpinan NA Jawa Barat.
Kesembilan formatur juga menetapkan Dewi Mulyani sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah NA(PWNA) Jawa Barat periode 2016-2017. Selain itu, Susan Sundari ditetapkan menjadi Sekretaris Umum PWNA Jawa Barat danErmina sebagai Bendahara Umum PWNA Jawa Barat.
"Bagi NA,ini amar ma'ruf nahi munkar," ujar Ketua Umum PWNA Jawa Barat terpilih periode 2016-2020, Dewi Mulyani. Ia mengatakan, menjadi Ketua Umum PWNA Jawa Barat bukanlah hanya sebatas jabatan namun lebih dari itu. BerNasyiah, katanya, adalah pengorbanan diri dalam membangun dan mengembangkan organisasi.
Selain itu, BerNasyiah juga merupakan komitmen kader dalam membangun kesejahteraan perempuan dan anak khususnya di Jawa Barat. Dewi pun menilai, fokus utamanya dalam membangun NA saat ini adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas kader di tiap daerah.
NA juga, menurutnya, harus mengatur strategi bagaimana kader-kader yang ada di daerah dan akar rumput bias lebih kuat. "Bagaimana jumlah yang banyak dan menyebar memiliki kekuatan bukan hanya buih," tutur dosen Universitas Islam Bandung itu.
Sementaraitu, Ketua Umum PWNA Jawa Barat periode 2012-2016, Susi Indriana mengatakan, tanggung jawab mengabdi dalam organisasi memang berat. Namun hal itu bukanlah tanggungjawab berat yang dipikul oleh perorangan, melainkan tanggung jawab bersama-sama seluruh pimpinan dan anggota NA.
Susi pun berharap agar NA dapat bersinergi dengan organisasi otonom lainnya. Karena,menurutnya, NA merupakan pintu masuk menuju organisasi otonom Aisyiyah. "Mengisiruang-ruang yang harus diisi oleh NA," kata dia tentang peran NA sebagai calon kader Aisyiyah. (Syifa)
Nasyiatul ‘Aisyiah Sumedang Berbagi 1000 Masker untuk Cegah Corona
 Meningkatnya jumlah pasien positif corona atau Covid–19 di Indonesia membutuhkan dukungan dari semua pihak baik dalam hal penanganan pasien maupun usaha yang lebih strategis. Yakni pengerahan semua daya upaya untuk melakukan pencegahan penyebarannya. Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiah bergerak dalam wadah gerakan berbagi 1000 masker dan open donasi kain layak pakai untuk di daur ulang, tiada lain untuk membantu Pemerintah meringankan beban dalam menghadapi wabah pandemi virus Covid 19. Kamis (9/4/2020)
Karwati, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sumedang mengatakan bahwa dasar dari kegiatan ini berawal dari rasa kepedulian yang teramat dalam. Ide pertama dicetuskan Karwati yang kemudian setelah di diskusikan dengan jajaran pengurus Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sumedang, semuanya setuju. Mitra kerja sama kader relawan Covid-19 desa licin. Adapun Kendalanya yaitu dalam teknis penjemputan kain, hingga saat ini Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Sumedang bekerja sama dengan pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumedang untuk pembagian tugas penjemputan kain tersebut. Produksi posko relawan covid 19 oleh para kader-kader yang sudah ditunjuk, diproduksi di posko Covid-19 Desa Licin.
“Alhamdulillah, untuk donasi sudah banyak yang masuk dari jajaran pengurus NA, pengurus ‘Aisyiyah, warga Sumedang, dan para relawan dari luar kota hingga pengurus NA pusat. Sasaran pembagian masker adalah warga yang rentan terlebih dulu yaitu lansia dan orang yang sakit hingga warga yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Karwati.
Ketua NA Sumedang itu juga menambahkan, untuk kegiatan ini NA Sumedang akan terus bergerak sampai mencapai target awal yaitu 1.000 masker. Setelah mencapai target hingga 1.000 masker di Desa Licin, kami akan mencoba bergerak lagi dengan penambahan Desa sasaran.
“Untuk sterilisasi hasil dan kesehatan sudah cukup memadai, karena kita sudah komunikasi  dengan tim kesehatan dari Puskesmas Cimalaka. Masker kain ini adalah salah satu solusi bagi warga yang sudah mendapat masker septik, karena masker septik diperuntukan para medis dan keberadaannya sangat langka,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Pipit Marliani menyampaikan, sebagai Ketua Kader BSA (Balai Sakinah ‘Aisyiah) dari program mampu ‘Aisyiah Desa Licin, kegiatannya setiap bulan yaitu mengadakan pertemuan perempuan-perempuan usia subur yang membahas tentang kesehatan, ekonomi, juga keterampilannya.
“Saya juga sebagai kader PKK, kebetulan di Desa Licin ada Satgas yang anggota aktifnya kader-kader dari BSA. Saya di satgas sebagai PPMD, Koordinator pemegang ODP, tugas saya mencatat ODP yang datang ke Desa Licin,” kata Pipit.
Selain itu,  para kader yang lainnya bekerja sama dengan PKK mengadakan pembuatan masker, yang nantinya akan dibagikan lagi ke masyarakat warga Desa Licin. Untuk bahan-bahannya sendiri kita galang dana, sumbangan dari warga, dari pihak manapun bebas untuk menyumbang. Ada yang memberikan kain langsung, ataupun dari kerudung bekas yang masih layak, nantinya kita proses, kita cuci kemudian proses penjahitannya kita kerjasama dengan PKK. Jadi, kita gunakan kader-kader PKK ditiap RW, karena target kita Licin itu ada sekitar 3.000 KK. Targetnya minimal 1 KK itu dapat 1 masker sebagai contoh, karena saat ini diwajib pakai masker.
“Untuk penjahitnya kita Alhamdulillah sudah ada di tiap-tiap RW. Seperti kemarin kita dapat bantuan lagi dari ‘Aisyiah Sumedang berupa bahan-bahan. Kita langsung potong hari ini, langsung tadi sudah ada yang ngambil tiap-tiap RWnya. Jadi, untuk pendistribusiannya kita kasih misalnya RW 1 ada berapa KK, kita kasih bahannya sejumlah KK tersebut, nanti untuk simbolis penyerahannya bisa dilakukan di desa atau dimana, tetapi untuk penyebarannya nanti diserahkan lagi ke kader-kader sama RW masing-masing. Kita juga ada pengumpulan desinfektan.Di sini ada yang ngasih kaya pemutih, atau cairan wipol nanti kita gunakan lagi untuk penyemprotan diutamakan untuk fasilitas umum. Mudah-mudahan untuk kedepannya dengan adanya posko ini, kita bisa membantu masyarakat yang terkena dampak langsung. Di sini ada juga yang ngasih berupa uang, terus uangnya kita usahakan untuk membeli sembako, kita tidak mau ada warga Licin yang sampe tidak makan karena ini,” tutur Pipit.
Lebih lanjut, Pipit menyampaikan  untuk pembuatan masker difokuskan mencari bahannya agar tidak membeli.  Untuk tukang jahitnya memberdayakan warga yang ada sehingga tidak mengeluarkan biaya atau secara sukarela.
“Ruang lingkupnya untuk 1 Desa Licin, kita ibu-ibu bergerak karena kalau menunggu anggaran dari Pemerintah tidak tau kapan pastinya, ada prosesnya. Tapi kita disini, kita mengetuk para pengusaha yang ada di wilayah Desa Licin untuk memberikan sumbangan. Akhirnya, kita bisa mengumpulkan dana sedikit demi sedikit yang khusus untuk dibelikan sembako. Masyarakat yang terkena dampak langsung, jangan sampai ada warga Licin yang tidak makan. Ini dimulai sejak hari Senin, sudah ada sekitar 11 hari,” Pungkasnya.

SINGAPARNA,–Satu lagi gebrakan dilakukan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, NA meluncurkan sebuah produk yang diberi nama AbonMu. Abon yang seratus persen daging ayam dan dipastikan higienis ini diproduksi oleh Pimpinan Cabang (PC) NA Sariwangi.
Peluncuran AbonMu berlangsung Senin (2/9/2019), di Aula SMA Muhammadiyah Singaparna, Cikedokan. Neni Nur Hayati menerangkan bahwa kehadiran AbonMu dilatari oleh kekhawatiran NA atas kasus stunting yang tinggi di Kabupaten Tasikmalaya. Yakni peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat.
“Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 33% dari 120 ribu balita di Kabupaten Tasikmalaya menderita stunting, atau berperawakan pendek. Tertinggi di Kecamatan Cikatomas, Kecamatan Salila, Kecamatan Jatiwaras, Kecamatan Puspahiang, Kecamatan Sukahening, dan Kecamatan Sukaresik,” papar Neni.
Adapun kaitannya dengan abon, Neni meyakinkan, abon yang diproduksi NA mengandung gizi cukup tinggi, harga terjangkau semua kalangan, dan disukai oleh anak-anak. Sementara stunting, antara lain, disebabkan oleh kekurangan asupan gizi pada anak.
Di sisi lain, Ooy Yulianti memaparkan, bahwa pada mulanya PCNA Sariwangi hanya mencari formulasi yang tepat antara meminimalisir stunting tetapi juga dapat menopang pendanaan organisasi.
“Kami berkumpul, sekitar 10 orang ibu-ibu NA. Kemudian sepakat untuk mengadakan pelatihan membuat abon ayam. Alhamdulillah, dari modal seadanya, hasil urunan Rp 10.000,- per orang, kami bisa memproduksi abon, dan diberi merk AbonMu,” terang Ooy.
Di luar dugaan, lanjut Ooy, ternyata peminat AbonMu cukup tinggi. Penjualannya menggunakan jejaring NA senasional. Sehingga pesanan tidak hanya di lokal Tasikmalaya, melainkan juga sudah menyebrang ke luar Jawa.
“Insya Allah, beberapa pekan ke depan, AbonMu bakal terbang ke London, Inggris. Sudah ada pemesan dari sana,” lanjut Ooy sambil tersenyum senang.
NA memproduksi abon dengan empat varian rasa; original, pedas, keju, dan keju manis. Kemasan dan harganya juga bervariasi. Mulai dari kemasan 50gr dengan harga Rp 10.000,-; 100gr harga Rp 20.000,-; 150gr harga Rp 30.000,-; 200gr harga Rp 40.000,-; hingga 250gr harga Rp 50.000,-.
Nilai plus dari program usaha NA ini adalah kemamfaatannya untuk umat. Pasalnya, NA menjalin kerjasama dengan LazisMu. Untuk alat produksi, LazisMu membantu NA dengan menyediakan mesin pres, sementara NA berkomitmen menginfakkan laba penjualan abon sebesar 5% untuk Lazismu Tasikmalaya.
“NA sudah melakukan inisiatif untuk mengembangkan sistim ekonomi islami. Yaitu bukan dalam arti dengan modal sekecil-kecilnya meraup keuntungan sebesar-besarnya. Melainkan juga mempunyai nilai kebermanfaatan bagi yang lain. Pada intinya, ada keberpihakan,” ujar Ketua LazisMu Kabupaten Tasikmalaya, H. Abdul Rozak, mengapresiasi kerjasama dengan NA.
Sementara itu, informasi lebih detil, termasuk pemesanan, dapat menghubungi Ooy Yulianti di nomor 082246547588 atau melalui Lazismu Tasikmalaya di nomor 085223355383
PDNA Sumedang bekerjasa sama dengan Gapura Digital menyelenggarakan pelatihan tentang peningkatan usaha secara digital. Gapura Digital adalah program dari Google Indonesia yang mendukung Usaha Kecil Menengah Indonesia untuk memajukan bisnis secara digital. Pelatihan Digital Marketing ini diikuti oleh peserta sebanyak 40 orang yang merupakan para pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Sumedang.
Pelatihan Digital Marketing diselenggarakan selama dua hari, 23-24 Februari 2019 bertempat di Aula Gedung PKK Kabupaten Sumedang. Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat meningkatkan bisnisnya dan juga memperluas pemasaran produknya secara digital. Karena ternyata peluang pasar di dalam bisnis secara online sangatlah besar, dimana, berdasarkan data hasil survey APJII tahun 2018 pengguna internet di Indonesia berjumlah 143 juta atau 54,86% dari penduduk Indonesia.
Dalam pelatihan Digital Marketing peserta mendapat lima modul materi. Hari pertama ada tiga sesi. Pada sesi pertama peserta mendapat materi mengenai Panduan Dunia Digital yang menjelaskan mengenai perkembangan dunia digital saat ini dan kenapa kita harus memasarkan produk secara digital. Pada sesi kedua peserta mendapat modul mengenai website efektif yaitu tentang pentingnya membuat web untu bisnis dan bagaimana membuat website yang efektif yang dapat mendukung peningkatan bisnis secara digital. Dan pada sesi ketiga peserta mendapat modul mengenai Teknik Copy Writing Dasar yaitu bagaimana mengolah konten untuk meningkatkan penjualan. Semua modul disampaikan oleh Kamaludin Somantri, trainer Gapura Digital yang berasal dari Garut dan merupakan owner dari batagarut.id yaitu perusahaan berbasis online yang menjual bata merah produksi Garut.
Pada hari kedua ada dua modul yang disampaikan yaitu mengenai Google My Busines yaitu aplikasi yang dibuat oleh google untuk membantu pelaku usaha agar lokasi usahanya dapat muncul di mesin pencari google. Dengan kemudahan tersebut, konsumen juga dimudahkan untuk berkunjung ke tempat usaha anda. Pada sesi terakhir peserti diberkan materi mengenai pengenalan SEO (Search Engine Optimization). Modul ini disampaikan oleh Kang Anas pelaku usaha yang bergerak di bidang alat-alat kopi.
Selama pelatihan peserta mulai memahami betapa pentingnya pemanfaatan Dunia Digital untuk meningkatkan Usahanya. Selama pelatihan berlangsung peserta terlihat semangat dan antusias mengkuti kegiatan. Di akhir Sesi Muhammad Irwan Maulana (Project Officer Google Gapura Digital) menekankan komitmen Google untuk meningkatan UKM di Indonesia dan juga secara terbuka mengajak kerja sama untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan lain yang dapat memajukan UKM di Kabupaten Sumedang.