Tampilkan postingan dengan label PDNA Kab. Karawang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PDNA Kab. Karawang. Tampilkan semua postingan

Permasalahan Lingkungan Dalam Kemanusiaan. 


 

Nasyiatul Aisyiyah Pimpinan Daerah kabupaten karawang bersama dengan Lazismu karawang mengadakan kegiatan Bakti Sosial pada kamis, 4 November 2021 di kediaman dede abi yang berada di Dusun Sumedangan, Desa purwadana, kecamatan Teluk jambe timur Rt 002/Rw 01kabupaten Karawang. Kegiatan ini berawal dari pertemuan ayah dari dede abi yaitu bapak Akbar yang sedang menunggu antrian di salah satu rumah sakit THT yang ada di karawang. Di awali dari pertemuan ketua Nasyiah Aisyiyah yaitu ayunda kokom dengan bapak Akbar yang saat itu sama sama sedang melaukukan pengobatan untuk anaknya di rumah sakit THT.

Bakti sosial merupakan salah satu cara untuk mengukur simpati dan empati yang kita miliki. Jiwa Humanis yang harus dimiliki oleh setiap kader Nasyiah. Sepuluh komitmen kader Nasyiatul Aisyiyah poin Sembilan adalah Responsive terhadap permasalahan lingkungan sekitar. Mengejawantahkan nilai-nilai komitmen yang telah di ikrarkan dalam merespon masalah kemanusiaan.

Awal mula dede abi di ketahui mengidap kelainan pada pita suara ditandai dengan sesak nafas dan mengeluarkan suara yang kurang jelas. Pihak keluarga mengira itu hanya sesak nafas biasa atau salah satu tanda pertumbuhan anak ketika belajar berbicara, tapi ternyata itu adalah gejala kelainan. Saat ini dede abi berumur 5 tahun dan memiliki berat badan 15 kg.

Bapak Akbar ayah dari dede abi merupakan salah satu korban PHK yang ada di kabupaten Karawang. Menjadi kepala keluarga dan di karuniai 3 orang anak membuat pak akbar harus memiliki kekuatan dalam mencari rezeki dan memenuhi kebutuhan keluarga. anak pertama mejadi korban dari di PHK nya pak akbar, Putus Sekolah pada anak pertama bukan pilihan, tapi kenyataan yang harus di terima.

Saat ini bantuan yang diterima oleh keluarga pak dede hanya dari Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah dan Lazismu kab Karawang. Adapun dari komunitas komunitas yang ada di karawang hanya sekedarnya dan masih jauh dari kata cukup, karena setiap pengobatan di Kabupaten Bandung harus memakan waktu yang cukup lama dan biyaya yang besar.

Saat ini kondisi dede abi masih sangat membutuhkan banyak dukungan moril maupun materil, hanya berkomunikasi dengan Bahasa isyarat dan memiliki berat badan yang kurang ideal, idealnya anak di umur 5 tahun memiliki berat badan 20 kg lebih. Teruntuk teman teman yang membaca tulisan ini, dimohon mengirimkan doa-doa terbaik untuk kesembuhan dede abi.

Apabila teman teman memiliki rezeki materi berlebih untuk dede abi yang memiliki nama lengkap Muhammad Abi Firmansyah, bisa di salurkan melalui Rekening BRI 372801014376533 atas nama Kokom Ratna Komalasai (ketua PD NA kab Karawang) dan melakukan konfirmasi pada No berikut 0857-1637-1176. Terimakasih sebelumnya, semoga rekan-rekan semua senantiasa di beri kesehatan dan kelapangan rezeki serta kemudahan dalam segala urusan. Aamiin.

 

 



 



Perempuan dalam Berinvestasi

 


 


Perempuan sudah saatnya menyiapkan diri dan membuat rencana untuk berinvestasi. Tidak melulu soal urusan dapur, sumur dan kasur. Tahun ke tahun nilai mata uang semakin terpuruk, apalagi berbicara mata uang rupiah. Data KSEI menyebutkan tahun 2020 demogrator Investor di Indonesia masih di dominasi oleh laki-laki, perbandingannya adalah 61,59% laki-laki dan sisanya adalah perempuan.

Banyak faktor yang membuat perempuan enggan berinvestasi, di antaranya adalah rasa percaya diri yang kurang serta pemahaman terhadap dunia investasi yang masih minim. Alhasih hanya 16% perempuan yang berani untuk berinvestasi demi kemandirian di masa depan.

Ada beberapa tips dalam mengatur keuangan bagi perempuan. Pertama adalah harus bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan, karena perempuan sering sekali lapar mata ketika mendengar kata promo, potongan harga, buy one get one, dan lain-lain. yang kedua adalah mampu memuat prioritas, jangan sampai memiliki hutang yang konsumtif.

Tips yang terakhir adalah selalu berpegang teguh pada SIP (saving, investing, protection) berhati-hati dan cerdaslah dalam mengatur keuangan, seorang perempuan harus bisa menjadi mentri keuangan sekaligus sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dalam investasi ada hasil besar yang berbanding lurus dengan resiko yang besar pula, so kalau mau risiko kecil maka hasilnya pun akan kecil.

Menanamkan kesadaran bahwa invlasi itu akan terus terjadi, maka kurangilah membeli sesuatu yang nilai jualnya akan turun. Perbanyak membeli aset yang nilai jualnya pasti mengalami kenaikan, meski besar kecilnya kenaikan itu relative, banyak faktor yang mempengaruhinya.

Ada banyak bisnis yang mudah di jalankan perempuan, diantaranya adalah kuliner/memasak, pekerjaan domestic yang satu ini sangat erat dengan perempuan, karena sudah banyak influencer, vloger yang terlahir dari hobi yang satu ini. Kosmetik juga sangat erat dengan perempuan, karena cantik, wangi, dan rapih masih menjadi kata-kata favorit perempuan.

Berbisnis fashion, handmade, design interior/arsitek sampai dengan peralatan bayi, masih sangat disukai dan dicari oleh perempuan, maka actor yang menjual dan membelinya sering diwarnai oleh perempuan. Saat ini perempuan mandiri ekonomi sudah menjadi tren yang biasa, mulai dari content creator, pembisnis, influencer, politikus, dan masih banyak lagi.

Dalam berinvestasi kita bisa mengenal bebera instrument seperti saham, reksadana, sukuk, deposito dan lain lain, agar lebih jelasnya kita bisa datang langsung kepada manager investasi, atau yang lebih mudahnya bisa langsung googling saja. Karena saya belum terlalu mendalami bidang ini.

Atau kalau gak mau pusing dan ribet, bisa datang ke lembaga keuangan bank ataupun non-bank yang memiliki legalitas yang jelas. Gimana? Kalau masih pusing juga bisa beli aset tanah, emas, perhiasan, dan masih banyak lagi. Pokonya perempuan harus sudah mulai berencana dan melakukan investasi sedini mungkin.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa memotifasi lebih banyak perempuan lagi untuk mulai berbisnis dan mandiri ekonomi, minimal ketika beras dan minyak goreng habis secara bersamaan itu bukan masalah besar, dan kamu sendiri bisa menyelesaikan.perempuan dan kemandirian ekonomi harus selalu digaungkan keberadaannya. (Siti Rohmayanti)